Ikut KKN-MAS di NTB: Mila Paparkan Output Kegiatannya

Berdasarkan data yang dirilis suaramuhammadiyah.id diketahui bahwa ada 649 mahasiswa dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah seluruh Indonesia mengikuti Program KKN-MAS (Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah) yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) sendiri mengutus 11 mahasiswa (i) mengikuti program ini, salah satunya Nurjamila Tussolikha. Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSi ini, menyebutkan bahwa ada 3 program prioritas mereka dalam KKN-MAS tersebut, yaitu Sosialisasi Stunting, Pariwisata dan UMKM.

“Kami memiliki 3 bidang program, Selain Sosiasiasi pengembangan Destinasi Pariwisata, juga ada Branding Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Stunting”.

Lebih lanjut, Mahasiswi yang juga menjabat sebagai Bendahara Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMILP) ini menjelaskan bahwa dengan mengacu dari 3 bidang program tersebut, kami rincikan menjadi 8 kegiatan, 5 diantaranya sudah terlaksana.

“Kegiatan kami adalah Lomba perayaan Hari kemerdekaan, Sosialisasi Pernikahan dini, Sosialisasi Stunting, Brand UMKM, Mengajar TPQ, Pembagian Masker, Pembuatan bak sampah dan Jumat bersih. 5 diantaranya sudah terlaksana yaitu Lomba Perayaan Hari kemerdekaan dengan isin lomba adzan dan menggambar bagi anak-anak, Pembagian Masker, Mengajar TPQ dan SD, Jumat bersih serta Sosialisasi Stunting dan Pernikahan dini”.

Mahasiswi yang akrab disapa Mila, saat di hubungi via WhatsApp, (3/9/2021) pun mengemukakan bahwa dari sejumlah kegiatan yang kami laksanakan tersebut capainnya bervariasi.

“Output untuk Program stunting dan pernikahan dini yaitu masyarakat jadi tahu betapa pentingnya makanan bergizi dan cara mencegah stunting, dan juga teman-teman remaja jadi tahu pernikahan dini itu tidak baik untuk masa depan. Kemudian output mengajar yaitu membantu adik-adik siswa yang sekolah online dengan cara memberikan bimbingan offline, semntara Jumat bersih outputnya lingkungan jadi bersih dan salah satu cara mencegah stunting”.

Ia pun berharap agar ada evaluasi untuk penyelenggaraan KKN-MAS berikutnya, salah satunya adalah penambahan waktu agar program dan kegiatan yang kita rencanakan, semuanya bisa dilaksanakan secara optimal.

“Harusnya temanya jangan disamaratakan 1 Kabupaten, karena setiap Desa mempunyai permasalahan berbeda-beda. Harapanya waktu KKN-MAS itu di perpanjang jadi 2-3 Bulan, dan ada baiknya jika mahasiswa diberi waktu terlebih dahulu untuk melakukan observasi tehadap permasalahan dan kebutuhan Desa itu sendiri, sehingga bisa dijadikan acuan dalam menyusun program dan kegiatan”. harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.